Sabtu, April 04, 2009

Wawancara antara Kerahiman Ilahi dengan Jiwa Seorang Pendosa




Yesus: Hai pendosa, janganlah engkau takut pada Penyelamatmu. Akulah yang pertama berinisiatif datang kepadamu karena Saya tahu bahwa dengan kekuatanmu sendiri, engkau tak dapat datang kepada-Ku. Anakku...janganlah menjauhkan dirimu dari Bapamu. Jujurlah berbicara dengan Aku. Aku ingin berbicara denganmu tentang pengampunan. Aku ingin mencurahkan rahmat-Nya atas dirimu. Betapa Aku mengasihi jiwamu. Aku telah menuliskan engkau pada telapak tangan-Ku. Namamu terpahat dalam pada luka Hati-Ku.

Jiwa: Tuhan...saya mendengar suara-Mu memanggilku untuk kembali dari jalanku yang tersesat karena dosa tetapi saya tidak kuat dan tidak berani melakukannya.

Yesus: Akulah kekuatanmu. Aku akan membantumu dalam pergumulanmu itu.

Jiwa: Tuhan...Saya mengakui kekudusan-Mu. Saya tidak berani mendekatkan diriku kepadamu. Saya takut....

Yesus: Anak-Ku...apakah engkau takut pada Allahmu yang Maharahim? Kekudusan-Ku tidak menghalangi Aku menunjukkan kerahiman-Ku kepadamu. Lihatlah...untukmu Aku telah mendirikan suatu tahta kerahiman di dunia ini – Sakramen Rekonsiliasi – dari sana Aku rindu memasuki hatimu. Engkau bisa datang kepada-Ku setiap saat dan kapanpun engkau mau. Aku ingin berbicara kepadamu. Aku rindu mencurahkan rahmat pengampunan kepadamu.

Jiwa: Tuhan....saya ragu bahwa Engkau akan memaafkan saya karena begitu banyak dosa dan kesalahanku. Aku diliputi oleh rasa takut akan kesengsaraan yang akan menimpah saya akibat dosa-dosaku ini.

Yesus: Kasih dan pengampunan-Ku jauh lebih besar dari dosa-dosamu dan dosa seluruh dunia. Siapakah yang dapat mengukur betapa dalamnya kasih-Ku padamu? Untukmulah Aku telah turun dari surga ke dunia ini. Untukmulah aku membiarkan diri-Ku dipaku di salib. Untukmulah Aku membiarkan Hati-Ku ditembusi oleh tombak sehingga terbukalah dengan lebar sumber kasih dan pengampunan-Ku bagimu. Datanglah dengan penuh iman dan harapan dan terimalah rahmat-rahmat yang mengalir dari sumber Hati-Ku ini. Aku tidak pernah menolak hati yang yang penuh penyesalan. Dosa-dosamu akan lenyap di kedalaman kasih dan kerahiman-Ku. Janganlah berdebat dengan-Ku tentang keadaanmu yang penuh dosa. Kamu akan memberikan kegembiraan kepada-Ku jika engkau mempercayakan semua masalah dan kesedihanmu. Aku akan memberikan kepadamu harta berharga dari kekayaan rahmat-Ku.

Jiwa: Tuhan....aku menyerah kalah. Hatiku yang keras membantu luluh di hadapan kebaikan kasih-Mu. Dengan penuh kepercayaan dan kerendahan hati, aku datang pada tahta kerahiman-Mu. Di sana Engkau akan melepaskan aku dari kungkungan dosa melalui tangan imam-Mu. Tuhan...rahmat-Mu akan menaungi aku. Kedamaian-Mu akan memenuhi jiwaku yang miskin ini. Tuhan....Aku merasa dipenuhi oleh kerahiman-Mu. Kesediaan-Mu untuk mengampuniku adalah hal lebih yang dapat saya bayangkan. Kebaikan-Mu mengatasi segala kerinduanku. Dan sekarang...dipenuhi oleh rasa syukur atas kayanya rahmat-Mu, aku mengundang-Mu untuk masuk ke dalam hatiku. Tuhan....Saya terlantar dan merana seperti anak yang hilang tetapi Engkau mau menerimaku kembali. Tambahkanlah cinta dan kerahiman-Mu kepadaku karena Engkau tahu betapa lemahnya aku ini.

Yesus: Anak-Ku...jangan lagi bicara tentang dosa-dosamu. Semuanya telah dilupakan. Dengarlah hai anak-Ku....dengarlah akan apa yang ingin Aku katakan kepadamu. Datanglah kepada-Ku....datanglah kepada Hati-Ku yang terluka dan timbahlah dari sana rahmat apapun yang kau inginkan. Minumlah....dari sumber kehidupan itu sehingga jiwamu tidak lagi haus dan dahaga dalam perziarahmu di dunia ini. Lihatlah.... betapa menakjubkan kerahiman-Ku itu. Janganlah engkau takut pada kerahiman-Ku. Muliahkanlah kerahiman-Ku.

Kamis, Desember 18, 2008

When I Say That I Love you




WHEN I SAY THAT I LOVE YOU
by : Franky Sihombing

(*) dedicated to everybody that feel lonely. Be Blessed !! God is always by our side...

YOU FEEL THAT YOU'RE LONELY
IT DOESN'NT PROVE THAT YOU ARE ALONE
YOU FEEL THAT NOBODY WANT YOU
IT DOESN'T MEAN THAT NO ONE CARES ABOUT YOU

REFF:
LISTEN TO THE WORD I SAY
THAT I WILL ALWAYS BY YOUR SIDE
YOU MEAN EVERYTHING TO ME
THAT I WILL NEVER LEAVE YOU
CAUSE I LOVE YOU SO

IF YOU THINK THAT YOU'RE NOTHING
BUT FOR ME YOU ARE SOMETHING BEAUTIFUL
YOU THINK THAT YOU CAN'T DO ANYTHING
BUT YOU CAN DO A LOT OF THINGS WITH ME

WHEN I SAY THAT I LOVE YOU
IT'S MEAN I GIVE THE BEST FOR YOU
WHEN I SAY THAT I LOVE YOU
I WILL GIVE EVERYTHING FOR YOU

NO MORE FEAR ABOUT THE FUTURE
AND BLAME FOR THE PAST
I'LL GIVE EVERYTHING WHEN I SAY THAT I LOVE YOU

I WANT YOU TO KNOW THAT I DIED FOR YOU
I WANT YOU TO KNOW THAT I'LL GIVE ALL MY LIFE FOR YOU
WHEN I SAY THAT I LOVE... SAY THAT I LOVE YOU

Rabu, November 12, 2008

Judge Me By The Footprints I Leave Behind


A story is told about a soldier who was finally coming home after having fought in Vietnam. He called his parents from San Francisco. "Mom and Dad, I'm coming home, but I've got a favor to ask. I have a friend I'd like to bring with me." "Sure," they replied, "we'd love to meet him." "There's something you should know the son continued, "he was hurt pretty badly in the fighting. He stepped on a land mined and lost an arm and a leg. He has nowhere else to go, and I want him to come live with us." "I'm sorry to hear that, son. Maybe we can help him find somewhere to live." "No, Mom and Dad, I want him to live with us." "Son," said the father, "you don't know what you're asking. Someone with such a handicap would be a terrible burden on us. We have our own lives to live, and we can't let something like this interfere with our lives. I think you should just come home and forget about this guy. He'll find a way to live on his own." At that point, the son hung up the phone. The parents heard nothing more from him. A few days later, however, they received a call from the San Francisco police. Their son had died after falling from a building, they were told. The police believed it was suicide. The grief-stricken parents flew to San Francisco and were taken to the city morgue to identify the body of their son. They recognized him, but to their horror they also discovered something they didn't know, their son had only one arm and one leg. The parents in this story are like many of us. We find it easy to love those who are good-looking or fun to have around, but we don't like people who inconvenience us or make us feel uncomfortable. We would rather stay away from people who aren't as healthy, beautiful, or smart as we are. Thankfully, there's someone who won't treat us that way. Someone who loves us with an unconditional love that welcomes us into the forever family, regardless of how messed up we are. Tonight, before you tuck yourself in for the night, say a little prayer that God will give you the strength you need to accept people as they are, and to help us all be more understanding of those who are different from us!!! There's a miracle called -Friendship- that dwells in the heart. You don't know how it happens or when it gets started. But you know the special lift It always brings and you realize that Friendship Is God's most precious gift! Friends are a very rare jewel, indeed. They make you smile and encourage you to succeed. They lend an ear, they share a word of praise, and they always want to open their hearts to us.